Sunday, May 11, 2008

Doaku...

Tuhan, sebenarnya dari dulu aku merasa tidak beruntung.
Keluarga yang tidak lengkap tanpa ayah, keadaan uang yang buruk, berbagai kejadian dalam kehidupan membuatku berpikir aku tidak beruntung.

Tapi Engkau membuka mataku, membuka mata ku tentang dunia yang tidak pernah kulihat.
Aku beruntung, itu yang kupikirkan.
Aku masih memiliki keluarga yang baik, masih dapat sekolah, masih memiliki rumah, masih dapat makan, dan masih berkecukupan disaat orang lain belum tentu mempunyai semua nya itu.
Terima kasih Tuhan, karena telah menyadarkan ku.

AMIN

Tugas Religiositas

Hana Mathilda
X6-13

Saturday, May 10, 2008

beeeehhh

hei2, jangan biarkan blog in sepi dong! hahahah,, ayo,, ngepost, curahkan isi hati, hahahaa

ULUM nih,, mati,..


maura.21

Wednesday, May 7, 2008

Refleksi Lucy X6-19

Bapak Agus. Seorang pedagang sayur keliling sederhana yang merupakan tamatan SD. Walau demikian, ia tidak kalah dengan banyak lulusan sarjana di Jakarta yang malah menjadi pengangguran dan menjadi beban bagi orangtua mereka. Semangat Pak agus membuat saya kagum, apalagi semangat bekerjannya.Usianya sebenaranya masih belum terlalu tua yaitu 35 tahun, namun apa boleh buat. Jakarta merupakan kota keras di mana kesempatan emas masih langka. Pak Agus hanya bisa berjuang seadanya dengan sabar. Namun, entah dengan pengaturan uang yang bagaimana, ia sanggup menghidupi istri dan 2 orang anaknya. Hal ini juga merupakan salah satu pertanyaan bagi saya. Namun menurut saya, Pak Agus memang cerdik dengan memilih berjualan sayuran agar apabila tidak laku, sisa berjualan masih dapat digunakan di rumahnya sebagai bahan pangan keluarganya.

Setelah aku mengetahui tentang sebagian kecil riwayat Pak Agus dan keluarganya, saya merenung. Dalam sebulan, bahkan kebutuhan hidupku bahkan melebihi berkali-kali lipat dari penghasilan Pak Agus sehari-hari. Hal ini membuatku malu karena walau saya telah hidup dalam berkecukupan, bukannya berterima kasih kepada kedua orang tuaku yang memberikan semua itu, aku malah melawan mereka, dan kadang-kadang, dengan tidak tahu diri aku meminta sesuatu lebih dari seharusnya. Betapa durhakanya aku ini jika dipikir-pikir.

Saya renungi lebih jauh selama ini, saya juga sering menyalahkan Tuhan karena memberikan harta yang berbeda dari teman-teman. Kenapa kepunyaan mereka lebih bagus, sedangkan kepunyaanku sendiri kurasa jelek. Aku memang tidak bijaksana karena yang kupandang dan perhatikan hanya milik orang lain, bukan milikku sendiri. Coba saja aku perhatikan dan aku poles harta pemberian Tuhan padaku, pasti akan jadi harta terindah bagiku sendiri. Hal ini berlaku pula kepada orang lain.

Sejumput Kecil Kisah Pedagang Sayur

Tanya : Pak, maaf, Bapak mau ga diwawancara?

Jawab: uhmmm… boleh aja de… Mau nanya apa?

T : Bapak namanya siapa?

J :Agus.

T :Bapak udah berkeluarga belum?

J :Udah.

T :Istrinya berapa pak? Anak nya?

J :Lho ko ade nanyanya istrinya berapa? Satu lah de…hehehe. Kalo anak ada 2

T :Nama istrinya bapak?

J :Eeee… Sari Umi.

T :Kalau anaknya?

J :Yang pertama perempuan umurnya 11 tahun kelas 5 SD. Yang kedua cowok, umurnya 5 tahun.baru mau masuk TK.

T :Oh… Kalau begitu bapak tinggalnya di mana?

J :Di Cengkareng, Rawa Buaya. Rumahnya ngontrak, De..

T :Bapak uda bekerja sebagai pedangang sayur berapa lama?

J :Uda 2 tahun.

T :Belum terlalu lama juga ya. Oh iya… Bapak asalnya dari mana?

J :Saya dari Jawa, tepatnya si Pekalongan.

T :Kenapa bapak memilih pekerjaan sebagai pedagang sayur keliling?

J :Soalnya saya ga punya keterampilan. Dan saya belum punya pengalaman kerja.

T :Bapak tamatan apa?

J :SD

T :… Oh iya, bapak umur berapa?

J :35 tahun

T :Bapak puas gak dengan pekerjaan ini?

J :Puas-puas aja de.. Banyak untungnya. Misalnya kayak gini… Kalo ga laku masih bias dijual besok. Atau dimasak buat dirumah.

T :Keuntungan sehari-hari Bapak berapa?

J :Kalau rame yaaa 150 ribu, kalau sepi palingan 50 ribu.

T :Ooo gitu. Yang lumayan juga ya. Kalau boleh tanya satu pertanyaan lagi,… harapan bapak kedepan apa?

J :Yaaaa… moga-moga tetep laku de… Biar bisa punya tabungan juga. Anak-anak bisa sekolah sampai selesai dan rumah ga gontrak lagi.

T :Kalau begitu terima kasih ya pak..

J :Sama-sama. Permisi dulu ya de…

-FIN

Tugas Religiositas Hana (X6/13) dan Lucy (X6/19)